Beranda > Artikel > Hati yang Manis Menghasilkan yang Manis

Hati yang Manis Menghasilkan yang Manis

HATI YANG MANIS MENGHASILKAN YANG MANIS HATI YANG BUSUK MENGHASILKAN YANG BUSUK

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَ فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
Pada zaman Kerajaan Persia ada seorang raja yang bengis dan zolim, punya hoby berburu ketengah hutan, suatu kali karena terlalu asik dalam perburuan dia tersasar dari anak buahnya/hulubalangnya, dia berusaha mencari dan berteriak memanggil hulubalangnya itu namun tidak ada sahutan hulubalangnya itu ditengah hutan rersebut, perutnya sudah terasa lapar kerongkongannyapun sudah kering menahan kehausan, kemudian raja tersebut dapat akal dia memanjat sebuah pohon yang tinggi, dari pohon tersebut dia melihat sebuah pondokan yang sudah reot jauh dipinggir hutan. Kemudian dengan maksud meminta makanan penghilang lapar dan seteguk air pelepas haus, dia pergi menuju pondokan tersebut , sesampai didepanpondokan itu dia melihat sebatang pohon Delima yang sedang berbuah,” ah..buah delima ini bisa kuminta barang sebiji untuk melepaskan hausku, kata raja dalam hatinya”,dihalaman tidak jauh dari pohon tersebut seorang anak laki-laki sedang menyapu dedaunan dan sampah di halaman tersebut, ” Hai nak siapa pemilik pohon Delima ini “, tanya raja tersebut kepada anak itu, ” aku yang punya pak ” jawab anak itu , kalau begitu boleh aku minta barang sebiji untuk pelepas hausku, karena sejak tadi karena tersasar aku menahan lapar dan kehausan lanjut raja tersebut” dengan memohon , ” Ya….boleh pak biar akau panjatkan, langsung anak tersebut memanjat dan mengambil buah delima yang sudah matang, ” Ku peras dulu airnya kedalam gelas pak, biar bapak meminumnya lebih terasa segar, kata anak tersebutr”, Ya.. terima kasih nak jawab raja tersebut”. Tidak lama kemudian, anak tersebut memberikan air perahan delima tersebut keraja itu, raja langsung meminum air Delima yang ada dalam gelas , terasa sangat segar kerongkongannya dapat air perahan delima yang manis dan terasa enak,yang belum pernah dia mendapatkan Delima yang semanis dan se enak ini, hausnyapun langsung hilang, sesudah menghabiskan tegukan terakhir, raja tehenti dan tercenung sebentar , seakan ada yang difikirkannya. Kemudia raja berkata itu berkata, “Hai nak air perahan delima kamu sangat enak sekali , apa boleh aku minta lagi”, Boleh…boleh pak jawab anak itu, langsung dia mengambil sebuah lagi pada ranting yang sama dengan buah yang pertama, kemudian memeras, dan memasukan air perahannya keadalam gelas, dan menyerahkannya kepada raja, langsung raja meminumnya. Tetapi baru saja tegukkan pertama dia minum, raja itu langsung memuntahkannya kembali, ” Hai… kenapa yang sekarang tersa tidak enak , bau busuk dan sangat pahit sekali, apa buah yang pertama dengan yang kedua berbeda, teriaknya agak marah kepada anak itu. ” Ah…tidak bapak lihat sendiri aku memetiknya buah yang kedua sama rantingnya, sama ranumnya dan pada pohon yang satu, dan bapak juga langsung melihat proses aku memeras airnya ” jawab anak itu. “Kalau begitu kenapa rasanya perahan buah yang kedua terasa bau busuk dan pahit tanya raja tersebut”. Ah… mungkin waktu mau meminta yang kedua kali hati bapak sudah pahit dan busuk juga jawab anak tersebut dengan spontanitas dan santai. Mendegar jawaban anak itu, raja sangat kaget bercampur kagum, karena memang pada waktu meminta yang pertama niatnya ikhlas dan dengan hati yang tulus, hanya untuk pelepas dahaga yang menderanya,dan terasa manis dan segar perahan air delima yang pertama, tetapi pada waktu meminta yang kedua kali, disa`at selesai meminum pada gelas yang pertama tadi, dia tercenung dan dalam hatinya timbul dan tersyirat niat jahat nya, sebagai seorang raja negeri ini dia akan meminta pohon delima, tanah/pondokan ini untuk dijadikan milik istana kalau tidak diberi akan ditempuh dengan jalan paksa untuk dijadikan miliknya, sebagai seorang raja yang sedang berkuasa, tentu bisa saja dia berbuat apa saja, apalagi hanya menguasai tanah seorang rakyat miskin, itulah yang tersyirat beberapa detik dalam fikiran sang raja disaat dia selesai meminum air delima dari buah yang pertama tadi. Dari peristiwa dan jawaban anak laki-laki tersebut sang raja itu sadar dan insyaf, setelah mendapat pelajaran/jawaban dari anak kecil itu, Kemudian anak itu bersama kedua orang tuanya dikasih hadiah dan dibangunkannya rumah yang indah. Sejak kejadian itu raja memerintah dengan adil, arif bijaksana memperhatikan, mengayomi, mensejahterakan dan memakmurkan kehidupan rakyatnya. ( oleh Farid N. Arief )

Kategori:Artikel Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: